Jadikanlah aku...
Jadikan hatiku berbelas kasih dan penuh pengertian
Jadikan tanganku terampil, halus dan lembut
Jadikan telingaku rela untuk mendengarkan keluh kesah
Letakkan dibibirku kata-kata yang menghibur
Berikanlah kepadaku kekuatan melayani tanpa pamrih
Buatlah aku mampu memancarkan sinar harapan kepada mereka yang kulayani dengan sepenuh hati...
pernah gak???
pernah gak kita berpikir
gimana rasanya kalau Tuhan gak beri kita
Udara...
pernah gak kita bayangin
gimana rasanya juga kalau Tuhan gak beri kita
Air...
pernah gak kita melihat
apa yang kita alami kalau kita gak punya
Tanah...
kalau gak da udara kita gak nafas
kalau gak da air kita bakal kehausan
kalau gak da tanah kita bakal mati kelaparan
ah... itu semua jawaban klise dari sudut pandang otak kita
pernah gak kasih jawaban dari sudut pandang perasaan kita
gimana rasanya saat
udara kita cemari dengan polusi
air kita buang-" percuma&kita buang limbah sembarangan
tanah kita rusak dengan merusak hutan&mendirikan gedung-"tinggi
tampaknya jawban dari otak itu hanya jawaban orang-" idealis
tapi sebenarnya merekalah keparat-" yang harus kita bantai bersama-"
bos-" berdasi yang hanya tinggal perintah untuk mencemari udara dengan asap hitam pabrik, mencemari air dengan limbah kimianya, dan merusak unsur tanah dengan merusak hutan
setelah semua rusak mereka bakal lepas tangan dan saling tuduh
siapa ya yang merusak alam kita...
yang ada keparat-" itu hanya menikmati untung semata tanpa memikirkan nasib orang-" terkapar yang kena dampaknya...
aku malu sebagi seorang calon toga
malu apabila aku berlaku seperti keparat-" itu...
tapi yang aku bingung keparat-" itu malah tenang-" aja seakan-akan bisa mengandalkan kemampuan alam yang bisa baik dengan sendirinya...
bila bencana sudah terjadi dimana-mana baru orang merasa khawatir dan menudingkan tangan tanpa jelas siapa yang harus disalahkan...
hai orang-" berdasi yang terhomat dimana tanggung jawabmu?
dimana jamjimu?
dimana rasamu melihat masa depan kami yang telah kau hancurkan begitu saja?
bagi teman-"ku yang ada di Sidoarjo aku hanya bisa meluapkan kemaranmu pada tulisanku ini...
aku merindukan masa kecilku dengan kampung hlamanku yang hilang terendam lumpur lapindo...
pernah gak kita berpikir
gimana rasanya kalau Tuhan gak beri kita
Udara...
pernah gak kita bayangin
gimana rasanya juga kalau Tuhan gak beri kita
Air...
pernah gak kita melihat
apa yang kita alami kalau kita gak punya
Tanah...
kalau gak da udara kita gak nafas
kalau gak da air kita bakal kehausan
kalau gak da tanah kita bakal mati kelaparan
ah... itu semua jawaban klise dari sudut pandang otak kita
pernah gak kasih jawaban dari sudut pandang perasaan kita
gimana rasanya saat
udara kita cemari dengan polusi
air kita buang-" percuma&kita buang limbah sembarangan
tanah kita rusak dengan merusak hutan&mendirikan gedung-"tinggi
tampaknya jawban dari otak itu hanya jawaban orang-" idealis
tapi sebenarnya merekalah keparat-" yang harus kita bantai bersama-"
bos-" berdasi yang hanya tinggal perintah untuk mencemari udara dengan asap hitam pabrik, mencemari air dengan limbah kimianya, dan merusak unsur tanah dengan merusak hutan
setelah semua rusak mereka bakal lepas tangan dan saling tuduh
siapa ya yang merusak alam kita...
yang ada keparat-" itu hanya menikmati untung semata tanpa memikirkan nasib orang-" terkapar yang kena dampaknya...
aku malu sebagi seorang calon toga
malu apabila aku berlaku seperti keparat-" itu...
tapi yang aku bingung keparat-" itu malah tenang-" aja seakan-akan bisa mengandalkan kemampuan alam yang bisa baik dengan sendirinya...
bila bencana sudah terjadi dimana-mana baru orang merasa khawatir dan menudingkan tangan tanpa jelas siapa yang harus disalahkan...
hai orang-" berdasi yang terhomat dimana tanggung jawabmu?
dimana jamjimu?
dimana rasamu melihat masa depan kami yang telah kau hancurkan begitu saja?
bagi teman-"ku yang ada di Sidoarjo aku hanya bisa meluapkan kemaranmu pada tulisanku ini...
aku merindukan masa kecilku dengan kampung hlamanku yang hilang terendam lumpur lapindo...
Ada yang Tahu???
ada yang tahu
apa guna secuil roti kecil
bagi mereka yang terkapar di jalan
kelaparan????
ada yang tahu
gimana rasanya perut cacingan itu ????
ada yang tahu
gimana rasanya tinggal di balik jembatan layang???
ada yang tahu tidak
gimana rasanya menyembunyikan keluh kesah hati ini???
ada yang ngerti
gimana rasanya dianggap hilang oleh orang lain???
ah kalian ini kan berasal dari
ningrat-ningrat keparat
yang selalu dinina bobokan oleh
harta,ambisi,dan keserakan
hahahaha...
aku malu melihat diriku dan dirimu...
aku bangga padamu ...
sahabat-sahabat jalanku...
waktunya aku tuk belajar susahnya hidup...
Langganan:
Postingan (Atom)


